// //
Biografi Profil Biodata | Tokoh Ilmuwan Penemu

20 May 2018

John Paul Ivan - Gitaris Grup Musik Boomerang

Biografi Profil Biodata John Paul Ivan Gitaris Ciptakan Lagu #2019GantiPresidenJohn Paul Ivan adalah mantan Gitaris Grup Musik Boomerang. John Paul Ivan yang memiliki nama lengkap Johannes Paul Ivan (lahir di Surabaya, 3 Januari 1971; umur 47 tahun) adalah mantan gitaris grup musik Boomerang yang keluar pada tahun 2005. Pria kelahiran 3 Januari 1971 itu tak terima dengan pemberitaan sebuah media online yang menyebut ia mencipta lagu #2019GantiPresiden.

Sejak SMP Ivan sudah bisa bermain gitar. Ia sering melihat permainan gitar Lucky (nantinya gitaris Power Metal). Gitar pertamanya adalah merk Yamaha yang dibeli dengan harga Rp. 100.000 dimasa itu. Semenjak saat itu ia terus bermain gitar dan berniat untuk menjadi seorang gitaris rock. Ivan pun membentuk band bersama Henry yang bernama Radd. Kemudian Ivan sempat bergabung dengan beberapa band Surabaya seperti Buldozer. Kemudian bersama Big Panzer sempat merilis 2 single dalam album INDONESIAN ROCK & METAL produksi Harpa Records tahun 1990.

Pada tahun 1991, Ivan kembali lagi bertemu dengan Henry di group LOST ANGELS yang merupakan cikal bakal BOOMERANG. Demi memperoleh kontrak rekaman, ia bersama bandnya mengikuti Festival Rock Log Zhelebour pada tahun 1993. Penampilan ia dan rekan-rekan berhasil memancing perhatian sang produser Log Zhelebour pemilik label Loggis Records. Akhirnya Boomerang mendapatkan kontrak.

Bersama Boomerang telah merilis album-album berikut : Boomerang (1994), Kontaminasi Otak 1995, Disharmoni (1996), Segi Tiga (1998), Hard and Heavy (1999), X'travaganza (2000), Terapi Visi dan album baru pada tahun 2005 Urbanoustic. Kini ia telah menjadi salah satu gitaris rock yang terpandang di Indonesia. Ciri khasnya adalah rambut kriting, gondrong, liar dipanggung, dan menenteng Gibson Les Paul. Menurutnya dalam bermain gitar ia selalu mencoba memahami bagaimana cara Jimi Hendrix bermain gitar yang menurutnya merupakan satu dari sedikit gitaris yang bisa bermain di luar kepala.

Meski terkadang ia tidak sadar bahwa permainannya di lagu-lagu tertentu terinvasi pengaruh dari gitaris-gitaris idolanya. Hal itu diakui oleh Ivan sendiri. Kehadirannya di Boomerang memang vital. Selain permainan musiknya yang cukup berpengaruh, gaya manejemennya cukup membantu band secara keseluruhan. Sehubungan sudah tidak sejalan dengan anak-anak Boomerang (band) pada tahun 2005 dia resmi keluar dari Boomerang, dan pada tahun 2012 JPI bersama Roy Jeconiah membentuk band baru bernama RI-1 Band.

Biografi Abraham Ortelius Kartografer Ahli Geografi

Biografi Profil Biodata Abraham Ortelius Kartografer dan Ahli GeografiAbraham Ortelius (Ortels , Orthellius , Wortels ; 14 April 1527 - 28 Juni 1598) adalah seorang kartografer dan ahli geografi Flemish , yang secara konvensional diakui sebagai pencipta atlas modern pertama, Theatrum Orbis Terrarum ( Teater Dunia ). Ortelius sering dianggap sebagai salah satu pendiri sekolah kartografi Belanda dan salah satu perwakilan sekolah paling terkenal di jaman keemasannya (sekitar 1570-an 1670-an). Publikasi atlasnya pada 1570 sering dianggap sebagai awal resmi dari zaman keemasan kartografi Belanda. Ia juga diyakini sebagai orang pertama yang membayangkan bahwa benua-benua itu bergabung bersama sebelum hanyut ke posisi sekarang.

Pada 1564 ia menerbitkan peta pertamanya, Typus Orbis Terrarum , peta dinding berdaun delapan dunia, di mana ia mengidentifikasi Regio Patalis dengan Locach sebagai perpanjangan utara dari Terra Australis , mencapai sejauh New Guinea . Peta ini kemudian muncul dalam bentuk tereduksi di Terrarum (satu-satunya salinan yang masih ada sekarang di Perpustakaan Universitas Basel ). [4] Ia juga menerbitkan peta Mesir dua lembar pada 1565, rencana kastil Brittenburg di pantai Belanda pada 1568, peta delapan lembar Asia pada 1567, dan peta enam-lembar Spanyol sebelum penampilan atlasnya.

Biografi Profil Biodata Abraham Ortelius Kartografer dan Ahli GeografiDi Inggris, kontak Ortelius termasuk William Camden , Richard Hakluyt , Thomas Penny , ahli puritan kontroversial, William Charke , dan Humphrey Llwyd , yang akan menyumbangkan peta Inggris dan Wales ke edisi Ortelius edisi 1573 dari Theatrum. Pada 1578 ia meletakkan dasar dari perawatan kritis geografi kuno oleh Synonymia geographica (dikeluarkan oleh pers Plantin di Antwerp dan diterbitkan kembali dalam bentuk diperluas sebagai Thesaurus geographicus pada 1587 dan diperluas lagi pada 1596. Dalam edisi terakhir ini, Ortelius mempertimbangkan kemungkinan pergeseran benua , hipotesis terbukti benar hanya beberapa abad kemudian).

Pada 1596 ia menerima presentasi dari kota Antwerpen, mirip dengan yang kemudian dianugerahkan pada Rubens . Kematiannya pada 28 Juni 1598, dan penguburannya di gereja St. Michael's Abbey, Antwerp , ditandai dengan duka publik. Kultus yang tenang, sine lite, uxore, prole (artinya - “disajikan dengan tenang, tanpa tuduhan, istri, dan keturunan.”), Membaca tulisan di batu nisannya .

Biodata Adara Taista - Menantu Hatta Rajasa

Biografi Profil Biodata Adara Taista Menantu Cantik Hatta Rajasa Meninggal DuniaAdara Taista adalah istri Rasyid sekaligus menantu Hatta Rajasa yang dikabarkan meninggal dunia pada usia 27 tahun. Adara dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Moriyama Memorial Tokyo. Adara meninggal pada pukul 11.38 WIB di Tokyo, Jepang. Rencananya, jenazah Adara akan diterbangkan ke Indonesia pada Minggu (20/5/2018). Kepergian Adara membuat banyak netizen kaget. Pasalnya, Adara meninggal hanya 5 bulan setelah ia menikah dengan Rasyid Rajasa.

Adara berasal dari Jakarta dan mengenyam pendidikan di sana. Bahkan Adara juga pernah menempuh pendidikan di Sekolah Global Jaya sampai tahun 2006 silam. Usai menyelesaikan pendidikannya, Adara pindah ke Australia. Ia bersekolah di Kincoppal-Rose Bay, New South Wales. Adara lalu melanjutkan pendidikan tinggi ke University of New South Wales, Sydney, Australia sampai tahun 2013. Adara saat itu mengambil jurusan Industrial Design. Sebelum membuka usahanya sendiri, Adara bekerja sebagai desainer interior di Elle Decoration. Adara juga sempat bekerja selama 3 bulan di General Pants Group, Sydney, Australia. Pada tahun 2012, Adara menjadi Co-Founder Kravelist. Kravelist merupakan start-up yang berfungsi untuk membantu orang berbelanja berbagai barang secara online.

15 May 2018

Ki Enthus Susmono Dalang Kondang Bupati Tegal

Biografi Profil Biodata Ki Enthus Susmono Meninggal Dunia Bupati Tegal Ki Dalang KondangKi Enthus Susmono yang lahir di Kabupaten Tegal, 21 Juni 1966 – meninggal di Kabupaten Tegal, 14 Mei 2018 pada umur 51 tahun adalah seorang dalang berkebangsaan Indonesia. Pada tanggal 8 Januari 2014, ia dilantik sebagai Bupati Tegal oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk periode 2014-2019. Karena ketokohannya di dunia pedalangan, pada tahun 2005, dia menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang seni-budaya dari International Universitas Missouri, Amerika Serikat dan Laguna College of Business and Arts, Calamba, Filipina (2005). Selain berbagai penghargaan telah diterima, ratusan karyanya juga tersimpan dalam museum antara lain di Belanda, Jerman, dan New Mexico.

Enthus dibesarkan dari lingkungan keluarga dalang. Ia adalah anak semata wayang Soemarjadihardja, dalang wayang gol├Ęk Tegal dengan istri ke-tiga bernama Tarminah. Bahkan kakek moyangnya, R.M. Singadimedja, merupakan dalang terkenal dari Bagelen pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat di Mataram. KI Enthus, begitu sapaannya, dengan segala kiprahnya yang kreatif, inovatif serta intensitas eksplorasi yang tinggi, telah mengantarkan dirinya menjadi salah satu dalang kondang dan terbaik yang dimiliki Indonesia. Pikiran dan darah segarnya mampu menjawab tantangan dan tuntutan yang disodorkan oleh dunianya, yaitu jagat pewayangan.

Gaya sabetannya yang khas, kombinasi sabet wayang golek dan wayang kulit membuat pertunjukannya berbeda dengan dalang-dalang lainnya. Ia juga memiliki kemampuan dan kepekaan dalam menyusun komposisi musik, baik modern maupun tradisi (gamelan)[2]. Kekuatan mengintrepretasi dan mengadaptasi cerita serta kejelian membaca isu-isu terkini membuat gaya pakeliran-nya menjadi hidup dan interaktif. Didukung eksplorasi pengelolaan ruang artisitik kelir menjadikannya lakon-lakon yang ia bawakan bak pertunjukan opera wayang yang komunikatif, spektakuler, aktual, dan menghibur. Pada tahun 2005, dia terpilih menjadi dalang terbaik se-Indonesia dalam Festival Wayang Indonesia yang diselanggarakan di Taman Budaya Jawa Timur. Dan pada tahun 2008 ini dia mewakili Indonesia dalam event Festival Wayang Internasional di Denpasar, Bali.

Ia adalah salah satu dalang yang mampu membawa pertunjukan wayang menjadi media komunikasi dan dakwah secara efektif. Pertunjukan wayangnya kerap dijadikan sebagai ujung tombak untuk menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat seperti: kampanye; anti-narkoba, anti-HIV/Aids, HAM, Global Warming, program KB, pemilu damai, dan lain-lain. Di samping itu dia juga aktif mendalang di beberapa pondok pesantren melalui media Wayang Wali Sanga[3].

Kemahiran dan ‘kenakalannya’ mendesain wayang-wayang baru/kontemporer seperti wayang George Bush, Saddam Hussein, Osama bin Laden, Gunungan Tsunami Aceh, Gunungan Harry Potter, Batman, wayang alien, wayang tokoh-tokoh politik, dan lain-lain membuat pertunjukannya selalu segar, penuh daya kejut, dan mampu menembus beragam segmen masyarakat. Ribuan penonton selalu membanjiri saat ia mendalang. Keberaniannya melontarkan kritik terbuka dalam setiap pertunjukan wayangnya, memosisikan tontonan wayang bukan sekadar media hiburan, melainkan juga sebagai media alternatif untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

Profil Margono atau Komedian Gogon Srimulat

Biografi Profil Biodata Gogon Srimulat Meninggal DuniaMargono alias Gogon (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 31 Desember 1959 – meninggal di Kotabumi, Lampung, 15 Mei 2018 pada umur 58 tahun) adalah aktor dan pelawak Indonesia. Gogon dikenal luas masyarakat melalui grup lawak Srimulat dan penampilannya yang menonjolkan rambut jambul. Gogon ditangkap polisi pada tahun 2007. Dalam kasus tersebut Gogon dijerat Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 Pasal 62 tentang penggunaan psikotropika dengan ancaman hukuman lima tahun dan denda Rp100 juta. Gogon meninggal dunia di Kotabumi, Lampung pada pukul 05.00 WIB.

Srimulat adalah kelompok lawak Indonesia yang didirikan oleh Teguh Slamet Rahardjo di Solo pada tahun 1950. Nama Srimulat sendiri diambil dari nama istri Teguh pada saat itu. Dalam perkembangannya, kelompok Srimulat kemudian mendirikan cabang-cabang seperti di Surabaya, Semarang, Surakarta, dan Jakarta. Srimulat termasuk grup lawak yang cukup lama bertahan meski di tengah perjalanan karier terjadi banyak menghadapi persoalan dan bongkar pasang pemain. Hal inilah yang membuat mereka semakin matang. Jika sebelumnya hanya berpentas di gedung-gedung pertunjukan, setelah munculnya televisi swasta pada akhir 1980-an, masing-masing anggotanya mendadak menjadi selebriti. Grup ini dapat dikatakan merupakan satu-satunya grup lawak Indonesia yang memiliki anggota paling banyak.